Rabu, 09 Januari 2013

ANALISIS STRUKTURAL PUISI “KEPERGIANKU” KARYA: SYUMARDI SAMADA


ANALISIS STRUKTURAL PUISI “KEPERGIANKU”
KARYA: SYUMARDI SAMADA


Kepergianku

Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
Kepergianku yang tiba-tiba menjadi tanda Tanya
Membuat bumi terasa sunyi seketika
Aku merasa bersalah
Karena membuat dunia menangis
Tapi aku harus pergi….
Membawa segengam kebahagiaan semu
Yang diselimuti duka kebencian

Kepergianku yang tiba-tiba
Menjadi legenda cerita dunia
Setelah aku meningalkan tradisi berkepanjangan
Dan terbuang
Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku
Yang ku persembahkan pada dunia,
Betapa aku merasa tersiksa dan terhina
Hingga aku temukan setetes embun kebahagiaan
Disaat ajal menjemputku

Kepada dunia,ku wariskan do’a dan anganku
Untuk menolong saudara duniaku
Kepergianku yang tiba-tiba
Untuk melanjutkan cerita hidup pada dunia yang
Tertinggal
Aku harap,
Tragediku menjadi pengalaman warga dunia
Hingga saatnya nanti
Aku bias lagi merasakan senyuman kebahagiaan
Lewat sentuhan anak-anakku

Jatinangor, Agustus 1997





















1.      Pengantar
Puisi “kepergianku” diambil dari kumpulan puisi nyanyian trotoar karya Syumardi Samada yang dibuat di Jatinangor pada bulan Agustus tahun 1997.

2.      Paraprase
Pada saat si Aku merasa bahagia dia tidak merasa bahwa umurnya bertambah dan waktunya dia meninggal dan disaat dia meninggal, kepergiannya tersebut menciptakan tandatanya dan munculah kebingungan pada orang dekatnya hingga menciptakan suasana sepi pada orang yang ditinggalnya hal tersebut membuat dirinya bersedih. Meskipun orang-orang yang disayanginya bersedih dia harus tetap pergi dengan membawa kebahagiaan yang seolah-olah tidak nyata karena kebahagiaan tersebut merupakan kebahagian yang ditutupi dengan kesedihan dan kebencian.
Kepergiannya yang tiba-tiba telah menjadi pembicaraan masyarakat luas karena dia telah meninggalkan tradisi yang sudah lama dianut oleh nenek moyangnya dan hal yang telah dia langgar membuat dirinya terbuang dari lingkungannya, namun sebelum dia pergi dia telah menulis catatan tentang kehidupannya dan catatan tersebut telah dia tinggalkannya yang dia persembahkan kepada masyarakat luas, namun hal tersebut membuatnya merasa tersiksa dan terhina namun setelah perasaan tersebut memenuhi jiwanya dia menemukan kebahagiaan dan kebahagiaan tersebut mampu menghilangkan perasaan terhina dan tersiksa pada dirinya.
Kepada orang-orang dia wariskan do’a dan harapannya berharap apa yang dia lakukan dapat menolong orang banyak. Kepergiannya yang tiba-tiba membuat dia berharap kejadian yang dia alami dapat menjadi pengalaman masyarakat luas hingga suatu saat nanti dia dapat bahagia karena kebahagiaan dapat dirasakan oleh keturunanya untuk melanjutkan cerita kehidupan yang dia tinggal.

3.      Analisis struktur
Diksi merupakan pilihan yang tepat, padat dan kaya akan nuansa sehingga mampu mengembangkan dan mempengaruhi daya imajinasi pembaca (fajahono. 1990: 59)
Dalam puisi “kepergianku” ada beberapa pemilihan kata yang digunakan oleh pengarang

Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
dalam kata-kata tersebuty pembaca dapat  tau apa maksud dari isi keseluruhan puisi.
Setelah aku meningalkan tradisi berkepanjangan
Dan terbuang
Kata-kata yang digunakan dalam kalimat tersebut merupakan inti dari permasalahan puisi.
Hingga aku temukan setetes embun kebahagiaan
Kata tersebut digunakan pengarang untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa dibalik masalah pasti akan terselib sebuah kebahagiaan .
Kata kongkrit berdasarkan struktur batin dalam puisi kepergianku, bertema si Aku yang meninggal dan dia berharap anak cucunya kelak dapat merasakan kebahagiaan meski kebahagiaan tersebut harus ditebus dengan mendritanya si Aku. Perasaan penyair dalam mengekspresikan puisi “kepergianku” penyair merasa sedih karena penyair harus mengungkapkan bagaimana menderitanya si Aku.
Struktur bunyi yang dominan , mendukung isi puisi dan menambah nilai keindahan seperti tercantum pada bait pertama:

Bait 1
Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
Kepergianku yang tiba-tiba menjadi tanda Tanya
Membuat bumi terasa sunyi seketika

Pengalan puisi tersebut menceritakan inti puisi huruf vocal “a” selain berfungsi sebagai penegas juga menambah nilai keindahan pada puisi tersebut, penggalan puisi tersebut terasa enak saat dibacakan.

Bait2
Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku
Yang ku persembahkan pada dunia,

Dalam pengalan puisi tersebut bunyi “u” tersebut dapat mewakili kesedihan si Aku yang mengambarkan perasaan resah dan sedih si Aku.
Citran pada yang terdapat pada puisi “kepergianku”:
·         Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
Kepergianku yang tiba-tiba menjadi tanda Tanya
Membuat bumi terasa sunyi seketika(visual)
 Karena membuat dunia menangis(visual)
·         Tapi aku harus pergi….(kinestetik)
·         Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku(kinestetik)
·         Disaat ajal menjemputku(kinestetik)
·         Aku bias lagi merasakan senyuman kebahagiaan (visual)
Bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan mengungkpkan makna

·         Karena membuat dunia menangis(paradok)

·         Setelah aku meningalkan tradisi berkepanjangan
Dan terbuang(paradok)
·         Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku

·         Yang ku persembahkan pada dunia,(pras pro toto)

·         Hingga aku temukan setetes embun kebahagiaan(paradok)
Amanat  dalam puisi ini adalah biarpun kita harus menderita asalkan generasi selanjutnya dapat bahagia dengan pengorbanan yang telah kita lakukan.

4.      Kesimpulan
Jadi puisi “kepergianku” memaparkan perasaan tokoh Aku yang merasa sedih karena meninggalkan kebiasaan masyarakatnya sehingga dia diusir dari kelompoknya hal tersebut membuatnya sedih namun dia juga merasa bahagia karena hal yang dia lakukan dapat ber Diksi merupakan pilihan yang tepat, padat dan kaya akan nuansa sehingga mampu mengembangkan dan mempengaruhi daya imajinasi pembaca (fajahono. 1990: 59)
Dalam puisi “kepergianku” ada beberapa pemilihan kata yang digunakan oleh pengarang

Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
Setelah aku meningalkan tradisi berkepanjangan
Dan terbuang
Hingga aku temukan setetes embun kebahagiaan
Kata kongkrit berdasarkan struktur batin dalam puisi kepergianku, bertema si Aku yang meninggal dan dia berharap anak cucunya kelak dapat merasakan kebahagiaan meski kebahagiaan tersebut harus ditebus dengan mendritanya si Aku. Perasaan penyair dalam mengekspresikan puisi “kepergianku” penyair merasa sedih karena penyair harus mengungkapkan bagaimana menderitanya si Aku.
Struktur bunyi yang dominan , mendukung isi puisi dan menambah nilai keindahan seperti tercantum pada bait pertama:

huruf vocal “a” selain berfungsi sebagai penegas juga menambah nilai keindahan pada puisi tersebut, penggalan puisi tersebut terasa enak saat dibacakan.dan bunyi “u” terse3but dapat mewakili kesedihan si Aku yang mengambarkan perasaan resah dan sedih si Aku.
Citran pada yang terdapat pada puisi “kepergianku”:
·         Tak terasa umurku bertahta ketika aku merasa bahagia
Kepergianku yang tiba-tiba menjadi tanda Tanya
Membuat bumi terasa sunyi seketika(visual)
 Karena membuat dunia menangis(visual)
·         Tapi aku harus pergi….(kinestetik)
·         Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku(kinestetik)
·         Disaat ajal menjemputku(kinestetik)
·         Aku bias lagi merasakan senyuman kebahagiaan (visual)
Bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan mengungkpkan makna

·         Karena membuat dunia menangis(paradok)

·         Setelah aku meningalkan tradisi berkepanjangan
Dan terbuang(paradok)
·         Dalam buku harianku, ku tuliskan kisah hidup ku

·         Yang ku persembahkan pada dunia,(pras pro toto)

·         Hingga aku temukan setetes embun kebahagiaan(paradok)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar